Apel Pelepasan Cuti Keagamaan dan Momentum Penutup Perkuliahan
SURABAYA — Lapangan bendera Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya dipenuhi nuansa keberagaman pada Kamis malam (12/3/2026). Ratusan mahasiswa berkumpul mengikuti apel pelepasan cuti keagamaan dalam rangka Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kegiatan ini menandai dimulainya masa libur bagi mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia sekaligus menjadi momen penguatan solidaritas antarumat beragama. Apel dipimpin langsung oleh Direktur AMN Surabaya, Dhian Satria Yudha Kartika, S.Kom., M.Kom.
SURABAYA — Lapangan bendera Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya dipenuhi nuansa keberagaman pada Kamis malam (12/3/2026). Ratusan mahasiswa berkumpul mengikuti apel pelepasan cuti keagamaan dalam rangka Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kegiatan ini menandai dimulainya masa libur bagi mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia sekaligus menjadi momen penguatan solidaritas antarumat beragama. Apel dipimpin langsung oleh Direktur AMN Surabaya, Dhian Satria Yudha Kartika, S.Kom., M.Kom.
Rangkaian Pelaksanaan Apel
Kegiatan dimulai dengan laporan komandan peleton kepada pengambil apel, dilanjutkan dengan penyampaian amanat. Dalam arahannya, Dhian menekankan bahwa kesuksesan mahasiswa sangat bergantung pada restu spiritual dan integritas pribadi.
“Kesuksesan berasal dari doa orang tua. Maka, jagalah komitmen aturan asrama, jaga nama baik almamater selama cuti, sampaikan informasi beasiswa AMN Surabaya kepada masyarakat sebagai wujud kemanfaatan, dan jadikan libur keagamaan ini sebagai momen silaturahmi,” pesan Dhian kepada para mahasiswa.
Setelah amanat selesai, rangkaian apel berlanjut dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri serta Mars AMN Surabaya, kemudian ditutup dengan doa bersama.
Antara Mudik dan Tetap Bertahan di Asrama
Tepat setelah barisan dibubarkan, suasana riuh terasa di lapangan bendera. Para mahasiswa tampak bersemangat untuk memulai cuti keagamaan. Areta Lutfi, mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mengungkapkan antusiasmenya.
“Tentunya saya sangat senang karena ini cuti hari raya. Saya punya kesempatan berkumpul dengan keluarga dan berencana mudik ke Jawa Tengah untuk bersilaturahmi,” ujar Areta.
Di sisi lain, tidak sedikit mahasiswa yang memilih tetap tinggal di asrama. Irwant Jufenry, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), memilih tidak pulang karena harus merampungkan proyek tugas kuliah.
“Untuk libur kali ini saya tidak pulang karena sedang mengerjakan proyek. Untuk teman-teman yang melaksanakan cuti, selamat berlibur, tetap jaga nama baik almamater, dan jangan lupa kembali ke asrama tepat waktu agar kita bisa berkumpul kembali,” tutur Irwant.
Meskipun terdapat perbedaan rencana antara mahasiswa yang mudik dan mereka yang bertahan di asrama, suasana kekeluargaan di AMN tetap terjaga. Dengan berakhirnya apel tersebut, masa libur keagamaan bagi mahasiswa AMN Surabaya resmi dimulai. (*)
Source : https://medium.com/@ruangmedianusantaraa/apel-pelepasan-cuti-keagamaan-dan-momentum-penutup-perkuliahan-3ed6042978fc
Info Berita
Berita Terkait
Menantang Takut demi Dedikasi: Perjuangan Petugas Kebersihan AMN Surabaya Saat Badai Menerpa
Perluas Akses Pendidikan Tinggi, Disdik Jateng dan AMN Sosialisasikan Beasiswa bagi Lulusan ADEM Papua dan Repatriasi