Memuat...

Perpustakaan AMN Surabaya Jadi Tempat Favorit Mahasiswa untuk Nugas hingga “Ngadem”

SURABAYA — Perpustakaan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya kini menjelma sebagai salah satu titik kumpul terfavorit bagi para penghuni asrama. Bukan sekadar ruang untuk berburu referensi buku, tempat ini selalu ramai dikunjungi mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas kuliah, berdiskusi, atau sekadar “ngadem” melepaskan penat dari teriknya cuaca Surabaya.

25 May 2026
Berita Umum
6 views
Wafi Zahidy
Perpustakaan AMN Surabaya Jadi Tempat Favorit Mahasiswa untuk Nugas hingga “Ngadem”
16 jam yang lalu
6 views
Wafi Zahidy

SURABAYA — Perpustakaan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya kini menjelma sebagai salah satu titik kumpul terfavorit bagi para penghuni asrama. Bukan sekadar ruang untuk berburu referensi buku, tempat ini selalu ramai dikunjungi mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas kuliah, berdiskusi, atau sekadar “ngadem” melepaskan penat dari teriknya cuaca Surabaya.

Hampir setiap hari, terutama sejak sore hingga malam, ruang literasi ini dipenuhi mahasiswa yang sibuk dengan laptop, tumpukan buku, atau sekadar duduk santai memainkan ponsel. Atmosfernya yang tenang dan kondusif menjadikannya lokasi ideal untuk memoles tugas atau belajar menjelang ujian.

Bikin Betah dan Fokus

Kenyamanan ini diakui langsung oleh Hafidz, salah satu mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang kerap menghabiskan waktu di sana.

“Nugas di sini tuh bikin betah. Karena di dalam perpustakaan tidak boleh ribut, kami jadi bisa lebih fokus belajar atau mengerjakan tugas,” ujar Hafidz yang saat itu sedang bersiap menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS).

Uniknya, daya tarik tempat ini bukan hanya soal ketenangan akademis. Banyak penghuni asrama yang sengaja datang demi menikmati sejuknya pendingin ruangan (AC), terutama saat suhu udara Surabaya sedang ekstrem. Beberapa mahasiswa bahkan mengaku lebih betah menghabiskan waktu luang di sini ketimbang berdiam diri di dalam kamar.

Oasis di Tengah Terik Surabaya

Pemandangan kontras pun menjadi hal biasa di sudut-sudut perpustakaan AMN. Di satu meja terlihat mahasiswa yang serius mengetik di depan layar laptop, sementara di sudut lain ada yang asyik membaca, bahkan ada pula yang tertidur pulas di atas bean bag saking nyamannya ruangan.

Selain menjadi inkubator belajar, fasilitas ini juga berfungsi sebagai ruang sosial inklusif. Di sinilah mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia saling berinteraksi, mulai dari berdiskusi kelompok hingga mengobrol santai lintas budaya.

Dukungan fasilitas yang mumpuni — mulai dari meja belajar yang luas, kursi ergonomis, jaringan internet cepat, hingga ruang ber-AC — menjadi alasan utama mengapa tempat ini tidak pernah sepi peminat. Bahkan hingga larut malam, denyut aktivitas di dalamnya tetap hidup seiring mahasiswa yang datang silih berganti.

Bagi komunitas mahasiswa AMN Surabaya, perpustakaan kini telah bertransformasi. Ia bukan lagi sekadar gudang buku yang kaku, melainkan sebuah oasis yang menawarkan kenyamanan, ketenangan, sekaligus ruang pelarian terbaik di tengah kepungan udara panas kota. (*)

Bagikan Berita