Menantang Takut demi Dedikasi: Perjuangan Petugas Kebersihan AMN Surabaya Saat Badai Menerpa
Badai angin kencang disertai hujan deras yang menerjang Surabaya pada Jumat (06/03/2026) menyisakan kerusakan fisik yang nyata di Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN). Langit yang semula cerah seketika tertutup awan hitam pekat, mengubah suasana “Miniatur Indonesia” ini menjadi porak-poranda.
Badai angin kencang disertai hujan deras yang menerjang Surabaya pada Jumat (06/03/2026) menyisakan kerusakan fisik yang nyata di Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN). Langit yang semula cerah seketika tertutup awan hitam pekat, mengubah suasana “Miniatur Indonesia” ini menjadi porak-poranda.
Dekorasi kantin yang berantakan, Bendera Merah Putih yang terjatuh, hingga sepeda motor pegawai yang roboh dilaporkan menjadi dampak dari terpaan angin kencang tersebut. Namun, di balik kerusakan itu, terselip kisah ketangguhan luar biasa dari para petugas kebersihan asrama.
Sebelum badai datang, seluruh penghuni dan pegawai beraktivitas seperti biasa. Namun, saat siang menjelang sore, cuaca berubah drastis. Di saat semua orang berlindung, para petugas kebersihan justru harus berjibaku memastikan fasilitas asrama tetap aman.
“Petugas kebersihan sangat berperan penting dalam menjaga kenyamanan fasilitas AMN Surabaya,” tutur Hafis, salah satu mahasiswa yang menyaksikan kejadian tersebut.
Anita, salah satu petugas kebersihan yang bertugas saat itu, menceritakan jerih payahnya melawan rasa takut demi menata kembali fasilitas yang tersapu angin. “Waktu membersihkan, perasaan saya sangat takut karena badai itu. Bagian yang paling membuat kami keteteran adalah saat harus menangani tampias air yang masuk di lantai tiga Tower D,” ungkapnya.
Suasana badai sore itu sempat memicu kepanikan di kalangan mahasiswa. Hafis melihat rekan-rekannya berteriak histeris sambil berusaha menyelamatkan barang-barang pribadi mereka. Setelah badai mereda, para penghuni pun mulai bergerak membantu petugas kebersihan untuk membenahi sisa-sisa reruntuhan.
Momen pascabencana ini justru memicu rasa hormat yang mendalam bagi para mahasiswa terhadap para pekerja asrama. “Ketika saya ikut membersihkan area terdampak, saya sangat hormat kepada mereka. Mereka bukan sekadar bekerja, melainkan berdedikasi tinggi di tengah bencana yang melanda kota ini,” tambah Hafis.
Langit Surabaya memang sempat kehilangan warnanya sore itu. Namun, di tengah kepanikan yang memecah gemuruh badai, dedikasi tenang para petugas kebersihan yang berjibaku melawan air dan angin menjadi jangkar yang memastikan bahwa “rumah” mereka akan segera baik-baik saja. (*)
Sumber Berita : https://medium.com/@ruangmedianusantaraa/menantang-takut-demi-dedikasi-perjuangan-petugas-kebersihan-amn-surabaya-saat-badai-menerpa-ecf572154bf8
Info Berita
Berita Terkait
Perpustakaan AMN Surabaya Jadi Tempat Favorit Mahasiswa untuk Nugas hingga “Ngadem”
Perluas Akses Pendidikan Tinggi, Disdik Jateng dan AMN Sosialisasikan Beasiswa bagi Lulusan ADEM Papua dan Repatriasi