Talkshow “Waspada Bahaya Scam & Penipuan Digital” Ajak Penghuni AMN Surabaya Lebih Cermat
Surabaya, 17 Oktober 2025 — Dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap maraknya kejahatan siber, Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya menggelar talkshow bertema “Waspada Bahaya Scam & Penipuan Digital” pada Jumat (17/10)
Kegiatan yang berlangsung di aula utama AMN Surabaya ini menghadirkan narasumber Ridho Fajrittamam, S.Si, yang merupakan staff dari bank Mandiri.
Surabaya, 17 Oktober 2025 — Dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap maraknya kejahatan siber, Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya menggelar talkshow bertema “Waspada Bahaya Scam & Penipuan Digital” pada Jumat (17/10).
Kegiatan yang berlangsung di aula utama AMN Surabaya ini menghadirkan narasumber Ridho Fajrittamam, S.Si, yang merupakan staff dari bank Mandiri.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari perwakilan pengurus AMN Surabaya yang menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap modus penipuan dalam bertransaksi di tengah kondisi saat ini. Setelah sambutan, sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi utama oleh Ridho Fajrittamam.
Ridho menguraikan berbagai modus kejahatan digital yang kini marak terjadi, seperti penipuan melalui ATM, EDC, dan kartu kredit, dimana pelaku berpura-pura membantu pembayaran namun menukar kartu asli dengan kartu palsu. Ia juga menjelaskan tentang social engineering attacks, yaitu bentuk manipulasi psikologis agar korban bersedia memberikan PIN, OTP, atau mentransfer uang.
“Sekarang banyak modus baru, dari modus mengirimkan file undangan pernikahan, hadiah palsu, sampai akun media sosial tipu-tipu. Karena itu, kita harus jeli dan jangan mudah percaya,” ungkap Ridho dalam paparannya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk tidak menggunakan PIN yang mudah ditebak seperti tanggal lahir atau angka kembar. “Gunakan kombinasi angka yang lebih kompleks, jangan yang mudah ditebak seperti tanggal lahir dan angka kembar,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi seperti nomor kartu ATM, masa berlaku, CVC/CVV, PIN, username, password, OTP, tanggal lahir, serta nama ibu kandung. Menurutnya, kebocoran data sering terjadi karena kelalaian pengguna.
Jika ponsel sudah terlanjur disusupi aplikasi palsu akibat penipuan, Ridho menyarankan untuk segera menghapus aplikasi tersebut dan melakukan factory reset agar sistem ponsel kembali aman.
Sebagai penutup materi, ia memberikan beberapa tips aman dalam bertransaksi online yaitu dengan menghindari mengunduh file atau aplikasi dari sumber yang tidak jelas, jangan menggunakan public WiFi saat mengakses internet banking, dan selalu memastikan situs atau aplikasi yang digunakan memiliki keamanan resmi dan terverifikasi.
Dalam sesi tanya jawab, para peserta terlihat antusias untuk mengetahui lebih dalam terkait penipuan digital dan berbagi cerita tentang penipuan ataupun error pada aplikasi yang pernah mereka alami. Diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, mencerminkan tingginya rasa ingin tahu mahasiswa terhadap isu ini. Ridho juga menyampaikan harapannya kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa AMN Surabaya agar dapat menjadi agen perubahan dalam lingkungan digital.
Talkshow kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara pembicara, panitia, dan peserta. Diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran baru bagi seluruh mahasiswa AMN Surabaya untuk lebih bijak, cermat, dan bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dalam bertransaksi di era serba cepat ini.
Info Berita
Berita Terkait
Sosialisasi Pengajuan Dana Akun MONEV Beasiswa Pendidikan Indonesia serta Pengenalan Lurah TA. 25/26 AMN Surabaya.
Talkshow Finansial II : Strategi Jitu Merintis Usaha di Usia Muda “Berani Usaha di Usia Belia dan Bermental Baja”
SIARAN PERS Pelatihan Penulisan LKTI di AMN Surabaya: Merajut Cerita, Menyatukan Keberagaman
Butuh Informasi?
info@amn.ac.id
Telepon
+62 21 1234-5678
+62 812-3456-7890
Jam Layanan
08:00 - 16:00 WIB